02 Desember 2010

Panggilan dari Kupang

Setelah ditunggu berhari-hari, panggilan itu datang juga. Yang saya harapkan adalah panggilan dari dephut Bogor ya, eh, nyatanya di pagi hari itu saya dapat panggilan dari KUPANG!!Perasaan saya langung kaya diaduk-aduk mixer. Pegimana ini?Saya musti kerja di Kupang minimal 5 taon...Namun sisi hati yang lain berjingkrak kegirangan. Pekerjaan ini sudah saya impikan sejak jaman sekolah dulu, menjadi peneliti kehutanan. Sudah telepon makhluk-mahkluk yang berbagi gen, tambah chat melalui YM, FB, sms powered by MU124H itu IM3, mendapat pendapat pro dan kontra, perasaan yang tadi udah dimixer sekarang kaya naek tornado.Duan,saya meninggalkan rumah buat nyari uang gak pake gosok gigi. Maaf ya Jihan,kamu harus ngobrol 4 mata dengan saya dengan jarak intim dan merasakan hawa-hawa busuk keluar dari mulut saya.

Kerja di Kupang dan menjadi PNS memang ada pro dan kontra nya ya. Pronya ini adalah cita-cita saya untuk menjadi peneliti, jabatan bisa naek dengan cepat karena saingannya sedikit, menambah pengalaman melihat pemandangan baru, berurusan dengan orang baru,very challenging yet interesting. Kontranya : saya gak bisa pindah selama 5 taun, setara dengan perkembangan anak dari yang cuma bisa nete sampai bisa nyanyi dalam basa inggris Old McDonald has a Farm bareng ibu guru dan temen-temen TKnya, jauh dari rumah jadi gak bisa minta tolong ortu lagi, dan kalo saya sakit atau butuh dimanja saya tak bisa minta tolong ortu, culture shock-nah,kata ayah saya ini berat buat saya yang dari orok gak pernah hidup jauh dari ketek orang tuanya, dia aja masih merasa gak enak dan nyaman waktu dia harus tugas di sana, meninggalkan si tampan Baba yang akan menikahiku kelak-rencana nikahnya jadi lebih ga jelas kalo saya ke kupang, karena Insya Allah setelah dia selese S2 (1,5 taun lage,ayo semangat ba!) dan dapet kerja kita akan segera menikah,kalo saya di kupang???entah bagaimana kami merancang masa depan, si slebor dan sembrono ini harus hidup sendiri-oh Ayah dan Ibu ga berani melepas anak slebornya tinggal di kota yang jauh tanpa mereka bisa inspeksi mendadak seenak perut mereka. Jadi, setelah melihat banyakan kontranya, dan setelah saya meninggalkan rumah tanpa gosok gigi dan tanpa mengunci rumah yang berisi 2 laptop, 1 tv, dan 1 motor matic baru beli 1 bulan yang lalu,jjuga seringnya saya lupa bawa dompet dan hape sehinggaharus menggadaikan hati saya ke baba demi uang, ayah dan ibu saya berkeras untuk ngetekin saya sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

bye bye Kupang.....

Saya lega, karena walaupun saya ingin menjadi peneliti,5 taun di Kupang adalah sesuatu yang berat dengan tingkat keseleboran saya yang tinggi ini. Slebor saya yang lain, saya gak banyak diskusi dan mikirin pro kontra kerjaan ini sama orang tua sebelum ngelamar dan pada proses wawancara. Hajar! Eh, sekarang nyesel. Waktu ngelamar saya kepaksa mencet Kupang biar si formulir keisi semua dan bisa diprint. Pas wawancara,karena pengen keliatan perempuan tangguh dan keterima saya bilang siap kerja dimanapun. Pas dipikir-pikir lagi, jauh juga ya Kupang....harusnya kalo udah ngobrol sama orang tua, saya jadi bisa tegas sama pewawancara kalo orang tua saya gak akan ngasih ijin saya kerja di kota ini,itu, inini,itutu, ini itu, kerjanya yang kira-kira sekepretan ludah aja dari bandung, jadi saya bisa langsung ditolak, hahahaha....

Semakin saya liatin muka Ayah, Ibu, Adik, Baba, dan temen-temen....saya semakin yakin kalo pilihan saya sudah tepat.Mudah-mudahan ada pintu rejeki lain yang terbuka. Semua akan indah pada waktunya.

T_T masih ingin menangis....


6 komentar:

qim mengatakan...

cheer up mate..

tejobawono mengatakan...

pilihan sudah diambil, yang ada tinggal meneruskan dan terus melangkah ke depan..

semangat cha!
masih banyak 'kupang-kupang' lain di depan. :D

Anonim mengatakan...

kamu tuh ya cha... ini post mah bikin ane ketawa..

hmm,,emang cha meninggalkan mimpi itu BERAT.SAKIT. tapi mimpi itu khan ga cuma satu, banyak mimpi2 lain milikmu yang sama indahnya, bahkan lebih indah, dan who knows mungkin malah lebih membahagiakan kamu dan orang2 di sekeliling kamu. lgpula banyak cara kok meraih mimpi itu, banyak jalan menuju roma (klise banget yah,, tapi bener sih), tergantung roma apa yg kamu cari, roma irama kah, atau mari roma, atau bulu roma.. (urang ga pintar menggaring jaahhh...)


Let's cry

and then

born again

(though the pain never go,,still hurt, but it will fade away, just don't know how, don't know when)

icha mengatakan...

wah senangnya =) makasih yah eperi bodi!!!

iyah,saya merasa saya belum pantes dapet kerjaan ini. Tapi yang bikin ga enak adalah merasa bersalah pada dephut, dan orang yang tertolak sama saya,duh, jangan2 mereka belon berenti nangis. Tapi ya sudahlah bukan rejeki dephut memiliki saya, hahahaha dan pelamar lain juga dah disiapin yang lebih baik.

mari kita born again!!!

seneng deh adis ketawa, hihihihi...

Indra Panggalo mengatakan...

jadi sekarang krmana dengan kota kupang.. senang kan... punya kawan2 baru yg karakternya beda dgn di jawa.. tp kekeluargaanya kental.. klw di jawa cipika cipiki tapi di kupang hidung vs hidung..

icha mengatakan...

Bang Indra saya masih di Bandung. Semoga ada kesempatan berkunjunga dan merasakan kekeluargaan di Kupang.Makasih sudah mampir dan membaca. :)