Denger-denger peserta Miss Korea sekarang mukanya hampir sama semua. Kesian yah jurinya? Gara-gara denger itu saya jadi pengen nulis ini. Saya percaya yang susah bukan hanya juri Miss Korea tapi pria Korea yang mencari jodoh. Loh? Kenapa? Bukannya enak yah jadi lebih banyak pilihan yang cantik. Namun, alam tidak bekerja seperti itu sodara-sodara.
Pernah denger kalimat "wah kalian mirip, jodoh nih!"? Saya sih sering.Sering ga ngeliat pasangan yang sudah lama nikah ternyata punya muka yang mirip? Coba diinget-inget lagi. Kirain itu cuma mitos, tapi kalau diinget-inget fenomenanya memang demikian adanya. Mereka mirip. Apakah ini cuma terjadi di Indonesia? Ternyata tidak (jeng jeng!zoom in zoom out kaya sinetron indonesia). Jared Diamond yang asal Amerika Serikat sana dalam bukunya The Third Chimpanzee juga nulis bahwa dia menemukan fenomena serupa. Pasangan yang sudah lama bersama, ga harus nikah, cukup lama bersama (namanya juga Amerika, ga nikah juga bisa berpasang-pasangan dan dianggap jodoh), ternyata punya muka yang mirip. Yang lebih mengejutkan, yang mirip itu bukan cuma penampakan saja, tapi termasuk panjang jari, kapasitas paru-paru, dan lebar hidung. Jadi secara ga sadar pas ngeceng kita suka ngira-ngira : (1) ganteng nih (2) kayaknya pinter nih (3) kayaknya kaya raya nih (4)kayaknya soleh nih (5) kayaknya lebar idungnya mirip nih sama idung akuh. Walaupun derajat kepentingan faktor penentu jodoh seperti kepintaran dan lebar hidung masih misteri, faktanya pasangan yang berjodoh punya muka yang mirip.
Kok bisa?
Ternyata proses pencarian jodoh kita mulai terjadi jauuuuuuh ketika kita kira-kira umur 6 tahun. Waktu umur segitu kita udah punya sosok lawan jenis yang menurut kita paling sempurna. Sosok ini biasanya ga jauh dari anggota keluarga sendiri : Ibu, Ayah, adik, kakak, paman, bibi, atau sepupu. Nah pada saat kita mulai dewasa dan ingin bereproduksi, sosok inilah yang jadi ukuran kesempurnaan kita. Apakah ada yang sudah sadar dan mikir "Oh, iya juga, pacar saya tinggi besar kaya si Papap."? Kalau dalam kasus saya, sosok si pria pujaan campuran sosok sepupu dan ayah : tinggi kurus kaya sepupu dan berkacamata berambut gelombang dan berhidung besar kaya Ayah. Nah, karena kita mirip dengan anggota keluarga kita, dan kita milih pasangan yang mirip dengan anggota keluarga kita, jadilah pasangan yang berjodoh biasanya mirip.
Apakah perjodohan ini semata-mata hanya berdasarkan kekuatan sosok sempurna ini? Ada yang lain, mari kita liat sisi primitif kita.
Untuk apa kita berjodoh? Kepentingan paling primitif dari berpasangan tentu saja untuk punya keturunan yang bisa membawa gen-gen kita yang berharga. Dan untuk menghasilkan keturunan yang kuat, kita tidak bisa bereproduksi dengan orang yang gennya mirip, makanya kita ga boleh inses. Gen-gen yang terlalu mirip jika bersatu dalam satu individu biasanya akan memuncuklan sifat-sifat buruk dan kecacatan. Tapi kenapa kita malah memilih sosok yang mirip dengan kita dan keluarga kita?Bukannya dalam sosok yang mirip itu tertanam gen yang juga mirip?Ternyata walaupun mirip, biasanya pasangan yang berjodoh gak pernah mirip-mirip amat, selalu ada sedikit perbedaan, Perbedaan yang cukup untuik menjamin produksi keturunan yang sehat. Aneh ya?
Jadi kesimpulannya kita akan memilih sosok yang mirip dengan kita sebagai jodoh, tapi cukup berbeda sehingga kita bisa punya keturunan yang sehat.
Terus apa hubungannya dengan operasi plastik khususnya yang terjadi di Korea?
Misalnya Tuan Kim tumbuh dan berkembang di pedesaan bersama orang tua dan nenekmya. Kemungkinan dia akan mempunyai sosok sempurna seperti ibu atau neneknya. Kemudian ketika dewasa dia pindah ke Seoul. Di ibu kota itu Kim akan menemukan banyak sekali perempuan cantik seperti Miss Korea.Tapi kok ga ada yang mirip sama ibu atau neneknya. Sinyal-sinyal dalam tubuh Kim akan bertubrukan di otaknya. Mata mengirim sinyal ada perempuan cantik, organ reproduksi mengirim sinyal ini saatnya saya beraksi, namun memori berkata, dia bukan sosok sempurna karena tidak mirip dengan ibu. Kesian kan Tuan Kim. Beginilah operasi plastik yang mengakibatkan seret jodoh.
Cerita lain, bisa saja ibu Tuan Kim sudah menjalani operasi plastik sehingga akhirnya Tuan Kim menemukan sosok sempurna pada salah satu wanita Seoul yang juga dioperasi plastik dan menikah. Dari pernikahan itu mereka dikaruniai anak. Kemungkinan Kim kecil yang lelaki ini akan punya sosok sempurna seperti ibunya. Ketika dewasa Kim kecil ngopi-ngopi di kafe dan melihat begitu banyak wanita yang mirip dengan ibunya : sosok sempurna ada dimana-mana!!! Akankah Kim kecil mudah mendapat jodoh?tentu tidak. Sinya;-sinyal juga akan berbenturan di otak Kim kecil. Sinyal dari mata bilang sosok sempurna ditemukan, sinyal organ reproduksi bilang ini saatnya saya beraksi, sinyak memori bilang sosok wanita terlalu mirip dengan ibu, jangan-jangan sodara. Otak akan memutuskan : dia bukan jodohku. Dan ini dapat terjadi berulang-ulang karena semua wanita begitu mirip.
Semoga bukan ini yang terjadi.bisa-bisa kita punah.
Tampilkan postingan dengan label sok ilmiah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sok ilmiah. Tampilkan semua postingan
24 Juli 2013
27 Juni 2013
Perkara Bibir HItam dan SPF
Sesungguhnya saya sudah pasrah dengan keadaan bibir saya yang hitam tidak ranum merah menggoda bercahaya. Kirain saya lagi ga beruntung aja, waktu si kromosom ibu sama ayah membelah gen bibir item yang jadi bakal gen di kromosom saya. Namuuuun, ternyata bibir hitam itu bisa karena KEBAKAR MATAHARI. Lha, jadi yang bisa item bukan cuma kulit?
Selain peduli pada warna bibir sebenernya kebanyakan menyerap sinar matahari ga bagus buat kesehatan. Sinar matahari yang sampai bumi kita bisa dibagi jadi dua UV A dan UV B (udah kenal kan yah). Nah yang membuat kita kebakar dan membuat kulit kita menjadi merah atau hitam adalah si UV B. Sementara UV A bisa masuk lebih dalam ke dalam lapisan kulit dan diduga terkait erat dengan penyakit kanker kulit, kerutan, dan penuaan.
Mangkanya demi menjaga si bibir dari kerusakan dan agar tetap sedap dipandang serta ga bikin jengkel, sekarang saya pake lip blam yang ada spf nya atau UV protectionnya. Sekarang sedang pakai Maybelline Baby Lips bergantian dengan Nivea Fruity Shine dan Lip Ice. Kenapa kok pakenya gantian? biar ga bosen karena ketiganya punya aroma buah menyegarkan yang berbeda : jeruk, stroberi, dan lemon. Baby Lips dan Lip Ice ber SPF 15 sedangkan Nivea Fruity Shine ga bilang SPF berapa tapi katanya melindungi dari sinar UV.
Sebenarnya SPF itu apa yah?bendanya terlihat seperti apa? Ternyata SPF itu bukan benda melainkan indeks yang menolong kita melihat kekuatan sun protector melindungi kita. SPF singkatan dari Sun Protection Factor. SPF adalah pengali yang memberikan kita informasi waktu aman kita berpanas-panas sebelum kulit kita terbakar. Misalnya kalau ga pake sun protector kita bisa tahan 20 menit dijemur sebelum kulit kita terbakar. Nah kalau kita pakai sun protector SPF 15 kita bisa bertahan panas-panasan 15 x 20 menit sebelum kulit kita kebakar. Semaik besar SPF nya semakin lama kita aman bermain dengan mentari tanpa kebakar.
Tapi katanya kita suka kurang ngoles-ngoles si sun protector ke kulit kita. Menurut sebuah survey di Amerika sana, rata-rata orang mengoles sun protector terlalu sedikit sehingga nilai SPF yang didapat sekita akar kuadrat dari nilai SPF yang tertera. Walaaaaaah......mulai sekarang jangan sok hemat-hemat sama sun protectionnya yah. Eh, tapi kulit gelap itu punya waktu aman yang lebih lho dari kulit yang lebih terang (buang sana produk pemutihnya). Terus....nilai SPF yang terus naik ga menjamin perlindungan yang terus naik secara signifikan. Karena SPF 15 sudah dapat menahan sekitar 93% sinar UV, SPF 30 96 %, SPF 50 98% dan SPF 100 99%. Tapi yah lumayan kan nambah 6%.
Kalau urusan menjaga warna kulit biar ga tambah item atau malah jadi kaya udang rebus, sun protector ber SPF sudah cukup, tapi kalau pengen menjaga si kulit seutuhnya kita perlu cari sun protector yang ada anti UV A nya juga, karena SPF hanya ukuran untuk proteksi terhadap UV B.Ada beberapa senyawa yang biasanya dipakai untuk melindungi kita dari kedua sinar UV, dicatat dan diingat yah....
sumber-sumber:
http://chemistry.about.com/od/howthingsworkfaqs/f/sunscreen.htm
http://www.sun-protection-and-products-guide.com/SPF.html
http://www.nytimes.com/2009/05/14/fashion/14SKIN.html?pagewanted=all&_r=0
Selain peduli pada warna bibir sebenernya kebanyakan menyerap sinar matahari ga bagus buat kesehatan. Sinar matahari yang sampai bumi kita bisa dibagi jadi dua UV A dan UV B (udah kenal kan yah). Nah yang membuat kita kebakar dan membuat kulit kita menjadi merah atau hitam adalah si UV B. Sementara UV A bisa masuk lebih dalam ke dalam lapisan kulit dan diduga terkait erat dengan penyakit kanker kulit, kerutan, dan penuaan.
Mangkanya demi menjaga si bibir dari kerusakan dan agar tetap sedap dipandang serta ga bikin jengkel, sekarang saya pake lip blam yang ada spf nya atau UV protectionnya. Sekarang sedang pakai Maybelline Baby Lips bergantian dengan Nivea Fruity Shine dan Lip Ice. Kenapa kok pakenya gantian? biar ga bosen karena ketiganya punya aroma buah menyegarkan yang berbeda : jeruk, stroberi, dan lemon. Baby Lips dan Lip Ice ber SPF 15 sedangkan Nivea Fruity Shine ga bilang SPF berapa tapi katanya melindungi dari sinar UV.
Sebenarnya SPF itu apa yah?bendanya terlihat seperti apa? Ternyata SPF itu bukan benda melainkan indeks yang menolong kita melihat kekuatan sun protector melindungi kita. SPF singkatan dari Sun Protection Factor. SPF adalah pengali yang memberikan kita informasi waktu aman kita berpanas-panas sebelum kulit kita terbakar. Misalnya kalau ga pake sun protector kita bisa tahan 20 menit dijemur sebelum kulit kita terbakar. Nah kalau kita pakai sun protector SPF 15 kita bisa bertahan panas-panasan 15 x 20 menit sebelum kulit kita kebakar. Semaik besar SPF nya semakin lama kita aman bermain dengan mentari tanpa kebakar.
Tapi katanya kita suka kurang ngoles-ngoles si sun protector ke kulit kita. Menurut sebuah survey di Amerika sana, rata-rata orang mengoles sun protector terlalu sedikit sehingga nilai SPF yang didapat sekita akar kuadrat dari nilai SPF yang tertera. Walaaaaaah......mulai sekarang jangan sok hemat-hemat sama sun protectionnya yah. Eh, tapi kulit gelap itu punya waktu aman yang lebih lho dari kulit yang lebih terang (buang sana produk pemutihnya). Terus....nilai SPF yang terus naik ga menjamin perlindungan yang terus naik secara signifikan. Karena SPF 15 sudah dapat menahan sekitar 93% sinar UV, SPF 30 96 %, SPF 50 98% dan SPF 100 99%. Tapi yah lumayan kan nambah 6%.
Kalau urusan menjaga warna kulit biar ga tambah item atau malah jadi kaya udang rebus, sun protector ber SPF sudah cukup, tapi kalau pengen menjaga si kulit seutuhnya kita perlu cari sun protector yang ada anti UV A nya juga, karena SPF hanya ukuran untuk proteksi terhadap UV B.Ada beberapa senyawa yang biasanya dipakai untuk melindungi kita dari kedua sinar UV, dicatat dan diingat yah....
- PABA (para-aminobenzoic acid) untuk UVB
- Cinnamates untuk UVB
- Benzophenones untuk UVA
- Anthranilates untuk UVA dan UVB
- Ecamsules untuk UVA
sumber-sumber:
http://chemistry.about.com/od/howthingsworkfaqs/f/sunscreen.htm
http://www.sun-protection-and-products-guide.com/SPF.html
http://www.nytimes.com/2009/05/14/fashion/14SKIN.html?pagewanted=all&_r=0
24 Januari 2013
masih dimabuk K-pop
Apakah Anda pemuja Suju atau SNSD?kemudian memuja pula SMASH dan Cherrybelle (nulisnya bener ini teh)? Tenang, saya hadir bukan untuk mencaci K-Pop yang sering dibilang terlalu mainstream, tidak berkualitas, hanya mengandalakn muka dan gaya. Saya hanya anak sekolah yang iseng dan penasaran walaupun dengan cacian dan berjuta haters mengapa K-Pop masih dicintai dan mengapa masih ada yang ingin menjadi idol K-pop? Saya mencoba menjawab dalam pandangan biologi perilaku. Semata-mata karena ilmu itu yang saya pelajari.Walaupun dangkal, biarkan saya mencoba.
Menurut Om Niko Tinbergen (Dewa Biologi Perilaku) kita bisa bertanya 4 pertanyaan kenapa suatu perilaku, dalam hal ini menyanyi K-pop masih dilakukan.
Pertama kita dapat bertanya dalam kerangka evolusi,
Jawaban : dalam kerangka evolusi, setiap perilaku adalah pengembangan dari perilaku yang dilakukan oleh "nenek moyang" manusia dulu. Karena kita sedang bicara evolusi dan dalam evolusi "nenek moyang" manusia adalah kera maka jawabannya adalah "kera mempunyai panggilan-panggilan khusus dalam berkomunikasi. Secara evolusi bernyanyi adalah bentuk perkembangan perilaku memanggil yang dilakukan kera. Lalu darimanakah perilku menari dan salto sambil bernyanyi? tentu saja masih dari kera. Kera meluangkan waktu bermain dengan sesamanya yang juga melibatkan lompat kesana kemari (menari) juga salto.
Kedua kita dapat bertanya dalam kerangka perkembangan
Jawaban : Dalam kerangka perkembangan kita berbicara tentang bagaimana manusia dapat bernyanyi K-pop. Dulu kita puas dan terhibur hanya dengan nyanyian sederhana.Namun kemudian kita belajar bahwa bernyanyi sambil salto lebih menyenangkan, kita mengembangkan perilaku yang lain. Perilaku bernyanyi K-pop.
Ketiga kita dapat bertanya dalam kerangka kausalitas atau penyebab langsung kenapa kita mempertahankan bernyanyi k-pop atau ingin menjadi idol K-pop.
Jawabannya bisa bermacam-macam, seperti : karena suka, karena mampu, karena berbakat, karena butuh pekerjaan, karena ingin terkenal, karena disuruh pacar
Keempat kita dapat bertanya dalam kerangka survivalitas, bagaimana perilaku berkontribusi terhadap ketersampaian gen pada generasi berikutnya dan dengan demikian dapat melestarikan spesies manusia. Apa kontribusi k-pop pada kelestarian umat manusia. Sepertinya tidak ada yah? Eits, jangan buru-buru skeptis pada perilaku. Sekecil apa pun perilaku itu dilakukan karena keuntungannya yang lebih besar daripada cost nya atau energi yang dikeluarkan. Toh ngupil juga bisa membersihkan hidung dari upil dan menjadikan lawan jenis tertarik.Jadi, K-pop ini pasti sangat menguntungkan sehingga tetap bertahan. Tapi jangan berpikir keuntungan di sini adalah uang, keuntungan utama dari perilaku adalah keberhasilan reproduksi, ketersampaian gen. Sesungguhnya K-pop dibutuhkan bagi reproduksi manusia sehingga dia dibutuhkan bagi kelestarian umat manusia.
Banyak orang beranggapan bahwa K-pop, apalagi di Indonesia, adalah kecacatan, kutil dalam industri musik, kudis dalam tubuh seni. Bahwa Band jauh, jauh, jauh, lebih baik. Namun dalam dunia perilaku, setiap perilaku "abnormal" bukanlah kecacatan, ia merupakan strategi alternatif. K-pop adalah strategi alternatif. Jika band adalah perilaku yang dianggap baik, maka semua orang akan berusaha membuat band, supaya normal. Maka orang yang berhasil membuat band akan terlihat menarik, digandrungi lawan jenis, dan bisa memilih pasangan kemudian bereproduksi. Bagaiman nasib orang yang tidak bisa bermain alat musik, tidak bisa berdagang, meneliti, menerbangkan pesawat, membuat undang-undang, mengajar, berperang, memburu penjahat, intinya tidak bisa bekerja selain bernyanyi sambil menari serta memiliki wajah tampan?Tentu saja akan menjadi perawan tua dan mati tanpa bisa menyampaikan gennya. Dengan hilangnya gen-gen ini maka kumpulan gen manusia menyusut, dan kumpulan gen yang sempit akan menghasilkan kecacatan, dan kecacatan akan menyebabkan ketidakmampuan bereproduksi dan kemudian manusia bisa punah lebih cepat. Dengan adanya K-pop sebagai alternatif tentu saja manusia tampan yang hanya bisa bernyanyi dan menari akan berhasil bereproduksi, gen-gen manusia yang beraneka ini akan terjaga dan tetap berada di kumpulan gen manusia. Manusia akan tetap lestari.
K-pop sesungguhnya ikut melestarikan umat manusia.
Percayalah setiap perilaku "abnormal" bukan cuma K- pop, adalah alternatif, ada maknanya, efisien (benefit > cost), dan melestarikan umat manusia.
Nikmatilah boy band indonesia yang mencoba melestarikan gen-gennya dan menjaga spesies kita dari kepunahan
Maaf ya lebay.....
Menulis setelah membaca "An Introduction to Behavioral Ecology" oleh J.R. Krebs & N.B. Davies
dan "The Third Chimpanzee" oleh Jared Diamond.
Menurut Om Niko Tinbergen (Dewa Biologi Perilaku) kita bisa bertanya 4 pertanyaan kenapa suatu perilaku, dalam hal ini menyanyi K-pop masih dilakukan.
Pertama kita dapat bertanya dalam kerangka evolusi,
Jawaban : dalam kerangka evolusi, setiap perilaku adalah pengembangan dari perilaku yang dilakukan oleh "nenek moyang" manusia dulu. Karena kita sedang bicara evolusi dan dalam evolusi "nenek moyang" manusia adalah kera maka jawabannya adalah "kera mempunyai panggilan-panggilan khusus dalam berkomunikasi. Secara evolusi bernyanyi adalah bentuk perkembangan perilaku memanggil yang dilakukan kera. Lalu darimanakah perilku menari dan salto sambil bernyanyi? tentu saja masih dari kera. Kera meluangkan waktu bermain dengan sesamanya yang juga melibatkan lompat kesana kemari (menari) juga salto.
Kedua kita dapat bertanya dalam kerangka perkembangan
Jawaban : Dalam kerangka perkembangan kita berbicara tentang bagaimana manusia dapat bernyanyi K-pop. Dulu kita puas dan terhibur hanya dengan nyanyian sederhana.Namun kemudian kita belajar bahwa bernyanyi sambil salto lebih menyenangkan, kita mengembangkan perilaku yang lain. Perilaku bernyanyi K-pop.
Ketiga kita dapat bertanya dalam kerangka kausalitas atau penyebab langsung kenapa kita mempertahankan bernyanyi k-pop atau ingin menjadi idol K-pop.
Jawabannya bisa bermacam-macam, seperti : karena suka, karena mampu, karena berbakat, karena butuh pekerjaan, karena ingin terkenal, karena disuruh pacar
Keempat kita dapat bertanya dalam kerangka survivalitas, bagaimana perilaku berkontribusi terhadap ketersampaian gen pada generasi berikutnya dan dengan demikian dapat melestarikan spesies manusia. Apa kontribusi k-pop pada kelestarian umat manusia. Sepertinya tidak ada yah? Eits, jangan buru-buru skeptis pada perilaku. Sekecil apa pun perilaku itu dilakukan karena keuntungannya yang lebih besar daripada cost nya atau energi yang dikeluarkan. Toh ngupil juga bisa membersihkan hidung dari upil dan menjadikan lawan jenis tertarik.Jadi, K-pop ini pasti sangat menguntungkan sehingga tetap bertahan. Tapi jangan berpikir keuntungan di sini adalah uang, keuntungan utama dari perilaku adalah keberhasilan reproduksi, ketersampaian gen. Sesungguhnya K-pop dibutuhkan bagi reproduksi manusia sehingga dia dibutuhkan bagi kelestarian umat manusia.
Banyak orang beranggapan bahwa K-pop, apalagi di Indonesia, adalah kecacatan, kutil dalam industri musik, kudis dalam tubuh seni. Bahwa Band jauh, jauh, jauh, lebih baik. Namun dalam dunia perilaku, setiap perilaku "abnormal" bukanlah kecacatan, ia merupakan strategi alternatif. K-pop adalah strategi alternatif. Jika band adalah perilaku yang dianggap baik, maka semua orang akan berusaha membuat band, supaya normal. Maka orang yang berhasil membuat band akan terlihat menarik, digandrungi lawan jenis, dan bisa memilih pasangan kemudian bereproduksi. Bagaiman nasib orang yang tidak bisa bermain alat musik, tidak bisa berdagang, meneliti, menerbangkan pesawat, membuat undang-undang, mengajar, berperang, memburu penjahat, intinya tidak bisa bekerja selain bernyanyi sambil menari serta memiliki wajah tampan?Tentu saja akan menjadi perawan tua dan mati tanpa bisa menyampaikan gennya. Dengan hilangnya gen-gen ini maka kumpulan gen manusia menyusut, dan kumpulan gen yang sempit akan menghasilkan kecacatan, dan kecacatan akan menyebabkan ketidakmampuan bereproduksi dan kemudian manusia bisa punah lebih cepat. Dengan adanya K-pop sebagai alternatif tentu saja manusia tampan yang hanya bisa bernyanyi dan menari akan berhasil bereproduksi, gen-gen manusia yang beraneka ini akan terjaga dan tetap berada di kumpulan gen manusia. Manusia akan tetap lestari.
K-pop sesungguhnya ikut melestarikan umat manusia.
Percayalah setiap perilaku "abnormal" bukan cuma K- pop, adalah alternatif, ada maknanya, efisien (benefit > cost), dan melestarikan umat manusia.
Nikmatilah boy band indonesia yang mencoba melestarikan gen-gennya dan menjaga spesies kita dari kepunahan
Maaf ya lebay.....
Menulis setelah membaca "An Introduction to Behavioral Ecology" oleh J.R. Krebs & N.B. Davies
dan "The Third Chimpanzee" oleh Jared Diamond.
05 Desember 2010
Sok Ilmiah bersama Ibu #1
Ibu saya ini dosen, yang sehari-hari berkutat dengan bahan ajar, slide presentasi, skripsi, kertas ujian, proposal, dan judul penelitian apa kira-kira yang akan menarik buat pemberi dana, hehehe...Pekerjaan yang sangat disenanginya ini-yang menurut klaim beliau membuat awet muda- menyebabkan beliau berpikir ilmiah, bahkan ketika bercengkrama dengan putrinya ini.
Contoh 1
Saya sedang menyetrika
Neng Icha : "Wow, bajunya warnanya jadi agak beda kalo disetrika!!!"
Ibu : "Kan kepanasan jadi elektronnya tereksitasi ke kulit yang energinya lebih tinggi, jadi cahaya yang diserap dan dipantulkannya beda."
Neng Icha : ".........." (terus nyetrika di kulit energi yang berbeda)
Contoh 2
Kami berdua sedang menonton liputan tentang agar-agar dari kangkung yang baik untuk kesehatan karena rendah karbohidrat dan kaya serat
Ibu : "tapi kan serat juga karbohidrat!!"
Neng Icha : "tapi kan karbohidratnya ga dicerna terus keluar bareng ee.."
Ibu : "low GI karbo kali ya maksudnya."
Neng Icha : "Iyah ituhlah!"
Ibu : "hmm, jadi kalo orang awam yang dimaksud karbohidrat itu em.....amilum ke bawah."
he?amilum ke bawah?di bawah dan di atasnya ada apa? panjang rantai C maksudnya?tolong,mungkin saya juga orang awam walaupun sudah mengambil Kimia Organik 3 sks.
Ibu : dulu kan di sebutnya hidrat arang, dulu.....waktu Firaun masih bujang...
Neng Icha : hihihihihihi.....
Ibu : dulukan disangkanya rumusnya C(H2O)
Neng Icha : owh, arang (karbon) yang terhidrasi
edan, akhirnya saya bukan orang awam
Contoh 3
Saya dan ibu sering belanja keperluan sehari-hari di pasar swalayan. Jika kami berjalan di rak sayur dan buah,lalu menemukan buah berwarna cerah terutama ungu dan merah, ibu pasti akan langsung nanya "Ini antioksidannya banyak gak ya??"
Sebenarnya masih banyak lagi cerita sok ilmiah kami berdua, tapi saya sudah tidak ingat detailnya. Namun perasaan saya berkata, sering sekali saya mengaduk-ngaduk isi otak saya untuk menemukan argumen ilmiah demi dapat bercakap-cakap mesra dengan ibu. Lain kali saya catat.
Contoh 1
Saya sedang menyetrika
Neng Icha : "Wow, bajunya warnanya jadi agak beda kalo disetrika!!!"
Ibu : "Kan kepanasan jadi elektronnya tereksitasi ke kulit yang energinya lebih tinggi, jadi cahaya yang diserap dan dipantulkannya beda."
Neng Icha : ".........." (terus nyetrika di kulit energi yang berbeda)
Contoh 2
Kami berdua sedang menonton liputan tentang agar-agar dari kangkung yang baik untuk kesehatan karena rendah karbohidrat dan kaya serat
Ibu : "tapi kan serat juga karbohidrat!!"
Neng Icha : "tapi kan karbohidratnya ga dicerna terus keluar bareng ee.."
Ibu : "low GI karbo kali ya maksudnya."
Neng Icha : "Iyah ituhlah!"
Ibu : "hmm, jadi kalo orang awam yang dimaksud karbohidrat itu em.....amilum ke bawah."
he?amilum ke bawah?di bawah dan di atasnya ada apa? panjang rantai C maksudnya?tolong,mungkin saya juga orang awam walaupun sudah mengambil Kimia Organik 3 sks.
Ibu : dulu kan di sebutnya hidrat arang, dulu.....waktu Firaun masih bujang...
Neng Icha : hihihihihihi.....
Ibu : dulukan disangkanya rumusnya C(H2O)
Neng Icha : owh, arang (karbon) yang terhidrasi
edan, akhirnya saya bukan orang awam
Contoh 3
Saya dan ibu sering belanja keperluan sehari-hari di pasar swalayan. Jika kami berjalan di rak sayur dan buah,lalu menemukan buah berwarna cerah terutama ungu dan merah, ibu pasti akan langsung nanya "Ini antioksidannya banyak gak ya??"
Sebenarnya masih banyak lagi cerita sok ilmiah kami berdua, tapi saya sudah tidak ingat detailnya. Namun perasaan saya berkata, sering sekali saya mengaduk-ngaduk isi otak saya untuk menemukan argumen ilmiah demi dapat bercakap-cakap mesra dengan ibu. Lain kali saya catat.
16 November 2010
Sok Ilmiah bersama Akang #1
Baba : "Kenyang!"
Nyi Icha : "Abis makan apa?"
Baba : "Nasi Padang."
Nyi Icha : "Di mana?"
Baba : "Padang"
Nyi Icha : "Kamuh ke Padang sama siapa?"
Baba : "Sama cewek-cewek..."
Nyi Icha : *tepuk tangan gembira* "Wah, baba sekarang bisa ngegaet cewek-cewek!"
Baba : "Gak lah!Sama si X, Si Y,ma Si Z. Eh, kalo beneran ma cewek-cewek gimana?"
Nyi Icha : "Meh, ga mungkin,kan hanya bubu yang bisa membuat baba jadi tergila-gila *meniru lirik lagu terkenal* membuat baba jatuh cinta, karna tak ada yang lain sepertiku *kepedean ginih*
Baba : "Ya iya lah ga ada yang lain kaya kamuh, spesies monotipik (istilah untuk genus yang hanya beranggotakan 1 spesies), endemik lagih (istilah untuk spesies yang hanya dapat ditemukan di daerah tertentu), criticaly endangered species.....(istilah untuk spesies yang hampir punah)" *maksudnya muji kali yah*
Nyi Icha : "so we need to reproduce soon!"
Baba : ...........
Nyi Icha : "you know, to conserve my kind..."
Baba : ........... *tak berkata-kata lagi*
Nyi Icha : "Abis makan apa?"
Baba : "Nasi Padang."
Nyi Icha : "Di mana?"
Baba : "Padang"
Nyi Icha : "Kamuh ke Padang sama siapa?"
Baba : "Sama cewek-cewek..."
Nyi Icha : *tepuk tangan gembira* "Wah, baba sekarang bisa ngegaet cewek-cewek!"
Baba : "Gak lah!Sama si X, Si Y,ma Si Z. Eh, kalo beneran ma cewek-cewek gimana?"
Nyi Icha : "Meh, ga mungkin,kan hanya bubu yang bisa membuat baba jadi tergila-gila *meniru lirik lagu terkenal* membuat baba jatuh cinta, karna tak ada yang lain sepertiku *kepedean ginih*
Baba : "Ya iya lah ga ada yang lain kaya kamuh, spesies monotipik (istilah untuk genus yang hanya beranggotakan 1 spesies), endemik lagih (istilah untuk spesies yang hanya dapat ditemukan di daerah tertentu), criticaly endangered species.....(istilah untuk spesies yang hampir punah)" *maksudnya muji kali yah*
Nyi Icha : "so we need to reproduce soon!"
Baba : ...........
Nyi Icha : "you know, to conserve my kind..."
Baba : ........... *tak berkata-kata lagi*
Langganan:
Komentar (Atom)