Tampilkan postingan dengan label celoteh acak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label celoteh acak. Tampilkan semua postingan

03 Mei 2014

Kidung

ada masa ketika ragu adalah tamu
ia datang tanpa tahu rindu pada kamu sedang lalu
hingga tak mau enyah
ia berkumpul dengan resah

ada masa ketika kamu merangkul lara
hingga ia larut dalam petang yang jingga

itu ketika mendung tak lagi kelabu


01 Desember 2013

Bulir Malam

bukankah aku beban
yang menggelayutimu dalam mencari penghidupan
bukankah aku cela
 yang menjadikanmu lemah tanpa logika

malam ini
aku tinggalkan senyum pada cahaya terakhir matahari
aku istirahatkan gulita sebagai kelambu

malam ini
kuundang rupa-rupa resah
dan menetaslah di dada berbagai gundah

malam ini
aku tidak ingin pura-pura berbunga-bunga
aku hanya ingin menangis dalam merana

aku titipkan mimpiku pada angin malam
hingga ketika fajar
kita tak dihantuinya lagi

dan ketika ia kembali
telah habis segala bulir-bulir tangisku



18 Agustus 2013

Tak Sampai

rindu tidak lagi terbawa air mata
yang menguntai pada lirih malam
berharap sampai pada kalbu

rindu hanya bergemerincing
tepantul-pantul pada dinding
pada sekat ketat yang menghimpit
bersusulan saling mengeraskan

tak hilang
tak pernah sampai

Kenangan tergenang
pada ceruk-ceruk masa yang tidak pernah berlalu
hingga beranak air mata pada dada yang tak lagi menampung

tak hilang
tak ingin sampai

kabut subuh tak pernah sedingin ini
Embun tak pernah sebasah ini
Kala tak pernah sekabur ini


24 Januari 2013

masih dimabuk K-pop

Apakah Anda pemuja Suju atau SNSD?kemudian memuja pula SMASH dan Cherrybelle (nulisnya bener ini teh)? Tenang, saya hadir bukan untuk mencaci K-Pop yang sering dibilang terlalu mainstream, tidak berkualitas, hanya mengandalakn muka dan gaya. Saya hanya anak sekolah yang iseng dan penasaran walaupun dengan cacian dan berjuta haters mengapa K-Pop masih dicintai dan mengapa masih ada yang ingin menjadi idol K-pop? Saya mencoba menjawab dalam pandangan biologi perilaku. Semata-mata karena ilmu itu yang saya pelajari.Walaupun dangkal, biarkan saya mencoba.

Menurut Om Niko Tinbergen (Dewa Biologi Perilaku) kita bisa bertanya 4 pertanyaan kenapa suatu perilaku, dalam hal ini menyanyi K-pop masih dilakukan.
Pertama kita dapat bertanya dalam kerangka evolusi,
Jawaban : dalam kerangka evolusi, setiap perilaku adalah pengembangan dari perilaku yang dilakukan oleh "nenek moyang" manusia dulu. Karena kita sedang bicara evolusi dan dalam evolusi "nenek moyang" manusia adalah kera maka jawabannya adalah "kera mempunyai panggilan-panggilan khusus dalam berkomunikasi. Secara evolusi bernyanyi adalah bentuk perkembangan perilaku memanggil yang dilakukan kera. Lalu darimanakah perilku menari dan salto sambil bernyanyi? tentu saja masih dari kera. Kera meluangkan waktu bermain dengan sesamanya yang juga melibatkan lompat kesana kemari (menari) juga salto.
Kedua kita dapat bertanya dalam kerangka perkembangan
Jawaban : Dalam kerangka perkembangan kita berbicara tentang bagaimana manusia dapat bernyanyi K-pop. Dulu kita puas dan terhibur hanya dengan nyanyian sederhana.Namun kemudian kita belajar bahwa bernyanyi sambil salto lebih menyenangkan, kita mengembangkan perilaku yang lain. Perilaku bernyanyi K-pop.
Ketiga kita dapat bertanya dalam kerangka kausalitas atau penyebab langsung kenapa kita mempertahankan bernyanyi k-pop atau ingin menjadi idol K-pop.
Jawabannya bisa bermacam-macam, seperti : karena suka, karena mampu, karena berbakat, karena butuh pekerjaan, karena ingin terkenal, karena disuruh pacar
Keempat kita dapat bertanya dalam kerangka survivalitas, bagaimana perilaku berkontribusi terhadap ketersampaian gen pada generasi berikutnya dan dengan demikian dapat melestarikan spesies manusia. Apa kontribusi k-pop pada kelestarian umat manusia. Sepertinya tidak ada yah? Eits, jangan buru-buru skeptis pada perilaku. Sekecil apa pun perilaku itu dilakukan karena keuntungannya yang lebih besar daripada cost nya atau energi yang dikeluarkan. Toh ngupil juga bisa membersihkan hidung dari upil dan menjadikan lawan jenis tertarik.Jadi, K-pop ini pasti sangat menguntungkan sehingga tetap bertahan. Tapi jangan berpikir keuntungan di sini adalah uang, keuntungan utama dari perilaku adalah keberhasilan reproduksi, ketersampaian gen. Sesungguhnya K-pop dibutuhkan bagi reproduksi manusia sehingga dia dibutuhkan bagi kelestarian umat manusia.
Banyak orang beranggapan bahwa K-pop, apalagi di Indonesia, adalah kecacatan, kutil dalam industri musik, kudis dalam tubuh seni. Bahwa Band jauh, jauh, jauh, lebih baik. Namun dalam dunia perilaku, setiap perilaku "abnormal" bukanlah kecacatan, ia merupakan strategi alternatif. K-pop adalah strategi alternatif. Jika band adalah perilaku yang dianggap baik, maka semua orang akan berusaha membuat band, supaya normal. Maka orang yang berhasil membuat band akan terlihat menarik, digandrungi lawan jenis, dan bisa memilih pasangan kemudian bereproduksi. Bagaiman nasib orang yang tidak bisa bermain alat musik, tidak bisa berdagang, meneliti, menerbangkan pesawat, membuat undang-undang, mengajar, berperang, memburu penjahat, intinya tidak bisa bekerja selain bernyanyi sambil menari serta memiliki wajah tampan?Tentu saja akan menjadi perawan tua dan mati tanpa bisa menyampaikan gennya. Dengan hilangnya gen-gen ini maka kumpulan gen manusia menyusut, dan kumpulan gen yang sempit akan menghasilkan kecacatan, dan kecacatan akan menyebabkan ketidakmampuan bereproduksi dan kemudian manusia bisa punah lebih cepat. Dengan adanya K-pop sebagai alternatif tentu saja manusia tampan yang hanya bisa bernyanyi dan menari akan berhasil bereproduksi, gen-gen manusia yang beraneka ini akan terjaga dan tetap berada di kumpulan gen manusia. Manusia akan tetap lestari.
K-pop sesungguhnya ikut melestarikan umat manusia.
Percayalah setiap perilaku "abnormal" bukan cuma K- pop, adalah alternatif, ada maknanya, efisien (benefit > cost), dan melestarikan umat manusia.
Nikmatilah boy band indonesia yang mencoba melestarikan gen-gennya dan menjaga spesies kita dari kepunahan
Maaf ya lebay.....

Menulis setelah membaca "An Introduction to Behavioral Ecology" oleh J.R. Krebs & N.B. Davies
dan "The Third Chimpanzee" oleh Jared Diamond.

06 Agustus 2011

kemarau

langit kini biru miskin awan
terik mentari sanggup menembus kain yang menutupi kulit
tapi hanya sampai situ
hanya sampai kulit
karena terasa dingin ini hati
kemarau hanya sampai situ
sampai kulitku

21 Juli 2011

Makan Siang

Dalam terik perutku berteriak
mengeluh dan hanya mendapat peluh
apa yang kau bawakan untuk makan siang?
senyum centil untuk pelayan cantik?
atau
lirikan genit pada pantat temanku?
cemburu tidak membangkitkan nafsu makan!
hanya nafsu untuk menampar

17 Juli 2011

Buat Mantan

Hahahahahaha......kenapa saya dulu pake bikin ini segala ya? Saya nemu ini di tumpukan catatan saya yang lama


Mengingatmu dalam sekat kepalaku
membawaku ada masa ketika aku tersenyum dalam tangis
karena aku begitu memujamu
dalam setiap kemanusiaanmu
Kau beri aku
tawa
air mata
amarah
juga asmara
Mengingatmu adalah sesuatu yang tidak terelakan
karena telah kubangunkan singgasana untukmu
ketika pertama kali ku memuja
dan ia tidak runtuh hingga sirna segala puji pujaku
ia telah tersusun menjadi aku

Pergi

Ketika kau pergi
ku hanya berharap cerita
tentang rindu
yang kau tautkan pada embun tiap pagi
dan
pada lembayung kala senja

Namun
ku takut kau hilang
kalut dalam asa pada duniamu
dan
aku tidak punya cukup rasa
menunggumu tanpa prasangka
kau tidak sedang membangun dunia kita

Ketika ku pergi
ku hanya berharapcerita
tentang dunia yang dulu ada
di bawah langit yang kita sangga

06 Januari 2011

Menggantung di Langit

kamu di sana, namun di bawah langit yang sama
memandang rupa-rupa kilau yang silaukan wajahku
dulu kamu hanya sekedar tau kelap-kelipnya
aku mau kilau yang gilang gemilang di langit itu, langit di atasku, langit yang juga di atasmu
mereka redup,mati terbakar satu-satu

aku beri tahu, langit tak lagi terang untukku

di langit itu, kamu gantungkan serupa cahaya
kedap-kedip merngerling menggoda

aku beri tahu, langit tak lagi terang untukku
tak perlu biaskan apa-apa ke langitku
benderangnya sedang kuerami

berbagi langit ternyata membuat sesak, sama dengan berbagi bumi


26 November 2010

Gemeretak

Bunyi-bunyi ini sangat mengganggu. Bukan nyanyi sampai di telingaku. Ah, bahkan ini bukan getar-getar pita suara. Apa ini biasanya disebut?Gemeretak hati. Kemarin sudah kujanjikan padanya keputusan. Padahal hanya duga-duga belaka. Kukira ia tertipu lalu diam, nyatanya dia menjadi berisik hingga kantuk tak jatuh di pelupuk. Macam tikus yang mengerat kayu rumahku.Bisakah kita beristirahat saja?berhenti berpikir, berharap, juga menduga-duga....Ya, ya, ini memang luar biasa, namun kini kita tanpa daya. Hanya Tuhan yang penuh daya. Jadi ingat rumus daya : usaha per waktu. Kita hanya lenyeh-lenyeh saja sekarang, kan? Daya kita sudah habis sampai di sini saja. Mari istirahat, tak perlu berisik lagi. Biar doaku yang bisik-bisik malu-malu ini sampai pada Yang Penuh Daya. Mari istirahat.

25 November 2010

Kala itu

Teringat kembali kala itu
ketika sorak sorai tertahan berupa bisik-bisik sampai di telingaku
mungkin di telingamu juga
Ah, ya!mata mereka pun menatap curiga
ingat tidak?
Hanya sedikit kalimat tanya yang akhirnya mampir
Sayang sekali, kita tak punya jawaban yang mereka mau.
Kapan itu terjadi?Ah, tidak ingat.
Tapi aku ingat rasa hangat serta mata bulat dan senyum malu-malu itu.
Hehehehe, terkekeh-kekeh kita kini.

12 November 2010

Haus Serotonin

kamu kemana serotonin? bukankah dulu kita teman akrab?
kamu yang membawa berita-berita dunia,membuat gumpalan putih abu-abuku hampir gila
namun aku suka
aku merasa menjadi manusia
serotonin, kamu kini hanya jadi alarm
sekarang makan!
sekarang tidur!
sekarang buang air!
seperti manusia purba
semoga kamu cepat kembali
membawa kerumitan pada duniaku
sehingga harus kusisipkan kafein diantaramu
aku rindu....

06 November 2010

Kasak kusuk

lagi-lagi, bolak-balik, mengintip karena malu menengok. Oh, ternyata masih ada di sana,ditempatnya, berdenyut lembut tak beraturan, antara ya sudahlah dengan harusnya aku geger. Kuusap lembut saja, dengan senyum setengah. Bisa saja kulunturkan senyum, tak terima telah dibuat kusut hatiku. Tapi, aku tak mau berhutang, hingga bertambah yang harus kuberi pada mereka. Jika yang kuberi hanya cukup untuk membuatku berjalan bergandengan hingga di sini, cukuplah sampai di sini. Tak perlu aku beri lebih hingga tangan kami tak berhenti bertautan. sudah kucukupkan saja. berhenti kasak-kusuk mencari logika tentang ini itu, tentang percaya pada apa dan siapa, tentang memberi dan menerima,tentang yang harusnya dan tidak seharusnya.

Aku berpaling, pada jemari kurus panjang yang selalu menangkan, hatiku hanya minta diusap. Setelah itu,kupinjam jemarimu pula untuk ku gandeng, ke puncak kinabalu.

03 November 2010

kenduri

pagi pasti meledek
aku bangun bersama gurat jingga
ssstt...sudah!
siapkan saja embun untuk daun
dan hangat mentari untuk kadal berjemur
biarkan aku gosok gigi
ayam semalam masih bersemayam

ini kenduri, pagi!
aku harus wangi ketika dia datang

01 November 2010

:)

sudah seperti makan, rutin
sudah seperti tidur, butuh
sudah seperti menonton sinetron, kebiasaan
sudah seperti kasir tersenyum, otomatis
sudah bosan?

tidak demikian

lamunanku masih semegah dulu
dengan sungging senyum setiap 2 detik



23 Agustus 2010

Rindu Tangkuban Parahu

Aku rindu kamu Tangkuban Parahu....

pada cantigi berdaun merah dengan batang mengelok elok

pada asap kawah yang tautkan harum pada kabut

pada tegakan pinus yang menggantikan peluh dengan kagum

pada hela napas dan degup jantung yang mengiringi tapak pada punggungmu...



wehe, poto di kawah upas sebelum ngambil data

09 Juli 2010

Aku Ingin Mati Saja

Buntu. Seharusnya kuhiraukan tanda verboden saat memutuskan mencintainya. Tak ada polisi cinta, tak ada yang akan menilang. Akhirnya begini, tak ada polisi tempatku mengadu kejahatan cinta. Aku di sini meringis. Ia entah dimana ketawa-ketiwi.

Aku ingin mati saja. Aku terlalu takut minum obat nyamuk. Dengan khusyuk aku berdoa agar Tuhan sudi mengakhiri hidupku sekarang. Dalam doa aku tertidur.

Bumi terasa berguncang. Tuhan rupanya mendengar doaku. Aku bakal mati tertimpa dinding rumahku. Aku keluar kamar, ingin melihat mama untuk terakhir kalinya. Kudapati ia duduk manis di depan tv bukannya sedang berlari keluar rumah.

Berhenti.

“Ma, tadi gempa?”

“Cuma truk lewat, Sayang!”

08 Juli 2010

Dari tumpukan kertas

Saya menemukan tumpukan kertas hari ini. Catatan harian, curhat teman, gambar-gambar ekspresif, puisi,bahkan catatan fisika waktu sma. Puisi merupakan bagian yang cukup banyak dari tumpukan kertas itu. Sedih, marah. Hampir semuanya seperti itu. Entah mengapa saya menjadi produktif merangkai kata ketika saya sedih atau marah.

Tetapi satu puisi ini saya buat ketika saya tidak lagi sedih, kala itu saya sedang pasrah, sedang jatuh cinta . It supposed to be for my ex-boy.We were in the middle of crisis, so i thought this poem would make us trough it.

aku, getaran yang memburatkan cinta di tubuhmu
aku, energi masa mudamu kala hari hanyalah gelak
aku, nyanyi hawa teriakmu
aku, bintang yang kau genggam di angkasamu

aku, maharindumu akan lelap tak mimpi
aku, jelitamu menari di semesta
aku, candu mabukmu akan dunia
aku, panggungmu untuk mencinta

aku, air dukamu yang tak surut
aku, geliat resahmu pada gelap tanpa ujung
aku, lukamu yang tak tertutup waktu
aku, mengarakmu pada neraka dunia

aku, terbenam dalam dahagaku akan rindumu
aku, hampirhilang lari mengejarmu
aku, tak lelah menenggak namamu
aku, terinjak ingin melepasmu

aku, kompleks dalam sederhana ingin
ada,
bersamamu.

And before i could give that to him, he told me he wanted to breakup.....

I like the story behind this poem. I still can remember how i felt when i was writing it. The love-the drama-the breakup. I think, i had sum my whole relationship, the happy part,the sad part, and yet i still wanted to be with him. Unfortunatelly, he didnt....

Hahahaha, i do enjoy my tiring full of drama high school life!

04 Juli 2010

Mimpimu...

"Aku mencintaimu..."

"ya, aku juga mencintaimu...."

Aku selalu mengiyakan. Namun kau hanya manusia, tempat setan menyemai dosa. Selalu memaksaku untuk mengiyakan mimpimu itu. Aku tidak bisa, aku sudah bilang. Tapi kau buat mimpimu macam lebah berdengung di pikiranku. Ah, itu hanya lebah, kupikir lebah bukan makhluk kekal, nanti mati sendiri. Tapi lama-lama kau buat mimpimu itu macam teroris yang siap membunuhku. Aku jadi kesal!

Aku tidak bisa, sudah aku bilang. Tapi kamu tak mau dengar. Aku jadi muak!

Kalau mimpimu bersetubuh, harusnya kumakan saja kau, biar kau diserap oleh ususku dan kau menjadi setubuh denganku, bukannya kukubur di belakang rumah.

30 Januari 2010

#1

gelisah
gemeretak
layaknya kuku-kuku menggasak papan
menjengkelkan


menentu tak tahu
mengambang
layaknya serpihan kayu pada danau
terombang-ambing

terpaku
hening
layaknya hutan besi yang tak menyapa malam
sepi

berpikir
mengernyit
layaknya sel abu-abu yang berdenyut
melelahkan

menghamba
berdegup
layaknya Ismail yang rela disembelih
berdoa