
Lalu entah sejak kapan, beberapa saat setelah saya minum susu,saya merasakan ada yang aneh dengan perut saya. Perut saya sepertinya penuh dengan gas,lalu saya mulai kentut-kentut, banyak dan sering. Jika saya sedang tidak beruntung, ritual kentut-kentut ini akan disusul oleh ritual mencret.

Apakah kamu merasakan hal yang sama dengan saya? Mungkin ini jawabannya :
LACTOSE INTOLERANT

Menurut beberapa artikel yang saya baca, gejala-gejala yang saya alami mirip dengan gejala lactose intolerant. Orang yang menderita lactose intolerant tidak mempunyai cukup enzim laktase, enzim yang memecah laktosa (gula yang ada di susu) menjadi gula yang lebih sederhana yang dapat diserap oleh tubuh. Sisa laktosa di dalam perut akan dicuri eh dimanfaatkan oleh bakteri yang numpang hidup di perut kita dan bakteri itulah yang menghasilkan gas dan bikin perut kita kerucuk-kerucuk. Sebagian gas akan dikeluarkan lewat napas dan sebagian lewat kentut. Hah, jadi itu kenapa saya kentut-kentut terus......
Terus jika masih ada sisa laktosa, ia akan menarik air dari luar usus kedalam usus lewat peristiwa osmosis, sehingga feses saya encer dan mencretlah saya......
LAKTOSA CELAKA........

Yah sebenernya peristiwa kentut dan mencret bisa dihindari dengan tidak terlalu banyak mengkonsumsi susu atau makanan yang mengandung susu atau olahannya kaya es krim, butter, atau keju. Padahal itu makanan kan enak semua.....

Usut punya usut, ternyata sekitar 90 % orang dari etnis Asia menderita lactose intolerant, hore saya gak sendirian!!!!

Eit, jangan khawatir dulu,kentut-kentut setelah minum susu bukan berarti kamu menderita lactose intolerant. Bisa juga kamu kena infeksi saluran pencernaan yang menyebabkan produksi laktase kamu terganggu. Kalau infeksinya sembuh ya kamu ga akan kentut lagi setelah minum susu.
Adajuga yang menyatakan bahwa makin tua tubuh kita akan memproduksi lebih sedikit laktase, jadi ini memang sudah kodrat kita untuk kentut dan mencret setelah minum susu. Hati-hatilah terhadap laktosa....
